Mas Wantik

Istiqamah belajar. Pesan itu terpancar kuat dari performa penulis. Pesan yang ia kisahkan, juga pesan yang ia teladankan. Bahwa tidak ada kata berhenti dalam belajar.

Penulis akrab disapa dengan panggilan, Mas Wantik. Bernama asli Suwantik, ia lahir di Sukoharjo pada 26 April 1972, sebagai putra ketiga pasangan (Alm) Yoso Sumarto dan Hj. Manis.

Mas Wantik adalah pebisnis furniture, lighting, dan craft kelas ekspor. Kecakapannya dalam berbisnis membawanya terbang ke berbagai negara dan memberi kesempatan baginya untuk berburu hikmah dari berbagai penjuru dunia.

Dalam menjalankan bisnis, pria penggila dan pegiat sedekah ini mengaku banyak belajar dari dua tokoh yang dikaguminya, Dahlan Iskan dan Ustad Yusuf Mansur.
Tentang

Bisnis yang identik dengan uang, ia kemas dengan balutan religi yang harmonis. Tak heran bila di kantornya, tadarus Al-Quran dan Sholat Dhuha menjadi menu pembuka sebelum memulai aktivitas kerja, setiap harinya.

Di luar kerja, pria murah senyum yang menyukai olahraga dan membaca tersebut banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial di kampungnya.

Bersama istrinya, Hj. Ninik, Mas Wantik tengah merintis sebuah pesantren dan PAUD, tak jauh dari rumah.

Penulis tengah berikhtiar keras untuk menjadi anak yang saleh dan memiliki anak-anak yang salihah. Bapak yang dibanggakan ketiga putrinya, yakni Wening Nur Faizi, Fathimah Azzahra, dan Duratu Annasiha.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top